Seperti apakah dewasa itu??
Kedewasaan biasanya sering dikaitkan dengan seberapa cerdas seseorang. Padahal kenyataanya banyak orang-orang yang cerdas tapi masih seperti anak-anak dalam mengendalikan perasaannya, dalam keinginannya untuk memperoleh perhatian dan cinta dari setiap orang, dalam bagaimana caranya memperlakukan dirinya sendiri dan orang lain, dan dalam reaksinya terhadap emosi.
Kedewasaan bukan berarti kebahagiaan. Kedewasaan tidak menjamin kita terbebas dari kesulitan dan kesusahan. Kematangan emosi ditandai dengan bagaimana konflik dipecahkan, bagaimana kesulitan ditangani. Orang yang sudah dewasa memelihat kesulitan yang dihadapinya bukan sebagai bencana, tetapi sebagai tantangan.
Apa sih kedewasaan itu? Menurut kamus Webster, adalah suatu keadaan maju bergerak ke arah kesempurnaan. Definisi ini tidak menyebutkan preposisi ”ke” melainkan ”ke arah”. Ini berarti kita takkan pernah sampai pada kesempurnaan, namun kita dapat bergerak maju ke arah itu.
Pergerakan maju ini unique bagi setiap individu. Dengan demikian kematangan bukan suatu keadaan yang statis, tapi lebih merupakan suatu keadaan ”menjadi” atau state of becoming. Pengertian ini menjelaskan, suatu kasus misal, mengapa seorang eksekutif bertindak sedemikian dewasa dalam pekerjaannya, namun sebagai suami dan ayah ia banyak berbuat salah. Tak ada seseorang yang sanggup bertindak dan bereaksi terhadap semua situasi dan aspek kehidupan dengan kematangan penuh seratus persen. Kewajiban setiap orang adalah menumbuhkan kedewasaan itu di dalam dirinya sendiri, dan menjadi bagian dari dirinya sendiri. Berikut ini ada beberapa statement yang menjadi tanda kedewasaan seseorang:
1. Dia menerima dirinya sendiri
2. Dia menghargai orang lain
3. Dia menerima tanggung jawab
4. Dia percaya pada diri sendiri
5. Dia sabar
6. Dia mempunyai rasa humor
7. Dia mempunyai ketabahan, keuletan, dan daya tahan
8. Dia dapat membuat keputusan-keputusan
9. Dia memiliki integritas
10. Dia senang bekerja
11. Dia mempunyai prinsip-prinsip yang kuat
12. Dia seimbang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar